Selamat datang pengunjung, terima kasih atas kedatangan anda. Apabila anda menyukai isi dari blog ini, silakan anda bookmark blog ini agar lebih mudah dikunjungi, atau anda juga bisa join di Google Friend Connect. Rooney berencana bahwa musim depan ia akan memiliki rambut gondrong, ia telah menjalankan program pemanjangan rambut dengan obat yang bernama Finasteride. David Beckham segera pindah ke AC Milan. Ia bahkan sudah menyewa apartemen mewah di Milan, lokasinya dekat tempat prostitusi

Search Engine

Google

Tutorial Cara Cari Duit

Bagi anda yang ingin mudah mendapatkan duit dan ber-bisnis online Silakan masuk ke link link yang dibawah ini, untuk mendapatkan tutorial cara cari duit di internet. Ayo rubah nasib anda sekarang dengan mengikuti cara cara mendapatkan uang di internet dengan mudah dibawah ini !

Miyabi Tertarik Nonton Tyas & Tamara Berbikini! Wow..


Bintang porno berdarah Jepang-Kanada, Maria ‘Miyabi’ Ozawa menyatakan tertarik untuk menonton film Air Terjun Pengantin. Cewek itu tertarik melihat aksi Tamara Bleszynski dan Tyas Mirasih berbikini.

Produser Maxima Ody Mulya mengemukakan Miyabi mengemukakan berniat menonton di bioskop di Jakarta. Namun bila tidak memungkinkan, maka Miyabi akan menonton lewat DVD saja.

“Waktu kami beritahu soal film itu, Miyabi menyatakan amat tertarik untuk melihatnya,” ujar produser yang membesut film Air Terjun Pengantin dan juga masih menyiapkan syuting film Menculik Miyabi tersebut.

Tamara Bleszynski bersama Tyas memang bikin heboh dengan beradegan panas di film garapan sutradara Rizal Mantovani itu.
Namun Tamara mengatakan, filmnya hanya layak ditonton orang dewasa. “Jadi penontonnya harus bawa KTP, he..he..” janda Teuku Rafly ini saat peluncuran film tersebut.

Untuk adegan syur itu, janda cantik itu dikabarkan dibayar Rp1 miliar. “Emang saya dibayar mahal. Tapi, berapa besarnya, saya nggak mau bicarakan. Honor yang mahal itu, sebanding dengan perjuangan saya,” cetusnya.

Dia mengutarakan untuk melakoni peran Tiara itu, dituntut stamina kuat. “Saya harus fitnes, diet dan konsultasi dengan dokter. Semuanya untuk kebugaran saya, biaya persiapannya mahal, maka honornya besar,” terangnya.

Meski tampil panas, Tamara menolak disamakan dengan Miyabi. “Saya tidak mau disamakan dengan Miyabi. Karena antara Miyabi dan saya beda,” paparnya.

sedangkan Tyas Mirasih, yang juga berpose seronok dengan memakai bikini di film tersebut, justru menyatakan ingin menggantikan peran Miyabi dalam film yang akan dibesut Maxima.
READ MORE - Miyabi Tertarik Nonton Tyas & Tamara Berbikini! Wow..

Biografi Blink 182


Band aliran Punk paling terkenal di saentero dunia tahun 90-an Blink 182, sampai sekarang siapa sih yang ga pernah tau (atau minimal dengar) soal Blink 182.

Adalah Tom DeLonge, Mark Hoppus, ama Scott Raynor para personel yuang sebenernya pertamakali dikenal dengan nama "blink" saja. Album pertama mereka di 1993 berjudul "Fly Swatter"hehe lucunya album ini direkam di kamar Scott kontan saja kualitas suaranya kurang bagus alias ancur!. Terus disusul oleh album "buddha" di 1994 nama Blink 182 mulai digunakan karena ada band lain yang sebelumnya sudah mematenkan nama "blink" angka 182 yang jadi tambahan nama hanya nomor-nomor acak yang terlintas di kepala personelnya. Kesuksesan band ini terangkat pas manggung bareng NOFX dan sebagian lagu-lagunya jadi lagu tema video skate,surf, dan snowboard.

Blink baru punya album beneran di tahun 1994 "Chesire Cat", di tahun ini pulalah pergantian nama dari blink jadi blink 182 terjadi. Tertarik dengan musikalitas Blink, perusahaan rekaman gede, MCA mulai mengontrak mereka, dan meluncurkan albumnya:"Dude Ranch" dan lahirlah 2 lagu hit mereka "josie" serta "dammit" 2 lagu itu melambung di peringkat teratas charts amrik selama beberapa waktu. Di 1998 timbul Scott yang sudah sangat bergantung dengan alkohol memutuskan untuk keluar dan meninggalkan band karena ingin istirahat dan melanjutkan sekolah. Hilangnya satu anggota tentu butuh pengganti ,Travis Barker mantan drummer Aquabats dinobatkan sebagai pengganti Scott hingga saat ini.

1999 dengan dirilisnya album:"Enema of The State" sukses mengantarkan Blink ke puncak popularitas, banyak lagu2 dari album itu yang diputar di radio-radio dan Mtv untuk waktu yang cukup lama lagu-lagu seperti "Adam's Songs", "All The Small Things" , "What's my age again" ternyata mampu dijual kepasaran dan bersaing dengan band yang se-genre seperti ; NOFX, Green Day, dan The Offspring. Tapi tidak semua penggemar menyukaia perubahan dari Blink 182, para fans sejati yang mengikuti mereka sejak awal merasa kalau lagu-lagu blink di album itu sudah terlalu banyak terpengaruh oleh unsur pop dan keluar dari rock-punk.

Kesuksesan blink semakin menanjak pada tahun 2001, mereka melontarkan "Take Off Your Pants And Jacket" kepasar. Mereka juga muncul disampul majalah Cosmogirl dan memenangi "Nicklelodeon Kid's Music Awards". Tom dan Travis juga mulai serius berkecimpung di side-jobnya: Box Car Racer, band dengan aliran musik alternatif.

2002, muncul invasi dari simple Plan, GC, New Found Glory, yang juga turut meramaikan blantika musik saat itu, nggak gentar Blink-182 juga terjun dengan "Blink-182 Untitled" muncul lagu2 paling dahsyat dari Blink:"I Miss You","Down","Feeling This","Always" bener2 nunjukin proses kedewasaan dari band ini ada yang bilang kalo Blink terpengaruh ama musikalitas dari U2 ama The Police.

2005, blink mulai bubar dengan alasan "pingin kumpul bareng keluarga" sebagai perpisahan, dirilis "greatest hits", kini Blink-182 terpecah jadi 2 :"+44" yang digawangi Travis ama Hoppus sementara Tom DeLonge di "Angels And Airwaves". Dan pada 2009 ini dikabarkan Blink 182 melakukan reuni dan siap meluncurkan album baru.

Sumber : Ladino
READ MORE - Biografi Blink 182

Biografi Story Of The Year


Marsala (lead vocal), Ryan Philips (gitar), Philip Sneed (gitar), Adam Russel (bass), dan Josh Wills hanya mendapat panggung kecil pada Van Warped Tour, Juli 2002 di Peoria Sports Complex, Phoenix Arizona. Maklum saja, belum banyak orang yang kenal dengan band yang satu ini.
Tapi dua tahun berselang pada panggung yang sama, tepatnya Juli 2004 mereka tak lagi dianggap remeh. Bahkan panggung utama rela disediakan panitia. Aksi mereka yang gila bak cacing kepanasan membuat penonton merangsek dan berdesak-desakan kedepan panggung menikmati konser. Dan Marsala, sang vokalis pun pintar memanfaatkan situasi. Ia tak hanya pintar menjadi komandan kawan-kawannya, penonton pun dibuat puas dengan aksi panggung mereka yang benar-benar “hidup”.
Ya, mereka adalah lima pemuda asal St. Louis, Arizona yang tergabung dalam sebuah band Story Of The Year. Band yang terbentuk pada tahun 1996 ini awalnya bernama Big Blue Monkey. Namun, karena sudah ada terlebih dahulu band beraliran blues yang memakai nama Blue Monkey, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Story Of The Year.
Sebagai salah satu band penganut aliran emo, Story of The Year tak luput dari lirik-lirik yang suram, sedih, penuh kemarahan namun memiliki makna yang dalam. Kesedihan, rasa sakit, dan kemarahan inilah yang lalu dilampiaskan mereka saat beraksi dipanggung. Hasilnya, aksi yang “gila”. Lihat saja bagaimana mereka meloncat-loncat di panggung, berteriak-teriak, atau bahkan meloncat ke arah penonton dan melakukan moshing.
Awalnya Story Of The Year mencoba merekam demo lagu mereka sendiri. Hasilnya, tiga album demo (EP) mampu mereka ciptakan. Namun sayang, saat mereka akan mencoba membuat album format penuh pertama, gitaris mereka sebelumnya, Greg Haupt memutuskan untuk keluar dari band. Akhirnya formasi sekaranglah yang terus dipertahankan oleh mereka.
Berkat perjuangan dan pengorbanan mereka, akhirnya album pertama “Page Avenue” berhasil mereka rilis pada September 2003. Berkat single pertama “Until The Day I Die” mereka mampu memuncaki tangga lagu pada radio KROQ sepanjang Juli hingga Agustus 2003 dan album ini terjual jutaan keping di seluruh dunia.
Lalu berlanjut dengan single kedua “Anthem Of Our Dying Day” yang video klipnya dibuat oleh Mr. Hahn, personil Linkin Park. Bahkan single ketiga mereka “And The Hero Will Drown” dipercaya mengisi soundtrack game “Need for Speed : Underground 6” dalam berbagai format.
Kesuksesan inilah yang membuat Linkin Park mengajak mereka turut serta dalam Meteora World Tour 2004 bersama Hoobastank dan POD. Bahkan pada tahun yang sama Story Of The Year juga tampil di panggung Vans Warped Tour, Wake Up Screaming dan KROQ’s Wennie Roast.

Aksi Brutal

Namun kesuksesan ini sempat tercoreng akibat kasus perkelahian yang melibatkan personil Story Of The Year dengan beberapa roadies atau kru Godsmack, sebuah band beraliran nu-metal dan modern rock. Menurut laporan yang disiarkan MTV News pada Mei 2004 perkelahian tersebut, seperti yang dituturkan sang gitaris, Ryan Philips, bermula akibat personil Godsmack yang kecewa dengan aksi panggung Story Of The Years. Kasus ini pun langsung ditangani Noblesville Police Department. Untung saja tidak ada yang ditahan akibat perkelahian tersebut. Perkelahian ini bahkan dianggap angin lalu saja oleh para personil Story Of The Years. Dengan entengnya mereka mengatakan, “Mungkin Godsmack salah paham, sebenarnya kita hanya ingin mengajak mereka membeli es krim bersama saja”.
Kegilaan mereka ternyata bukan hanya dipanggung saja, saat di dalam studio pun mereka selalu bertingkah “diluar kewajaran”. Ini terbukti saat mereka mulai mengerjakan album kedua setelah beristirahat dari tur panjang selama tahun 2004. Sebagian besar persiapan album tersebut dilakukan di rumah sang gitaris, Ryan Phillips yang juga menjadi studio latihan. Untuk album kedua mereka bekerjasama dengan Steve Evetts yang juga pernah menggarap album milik Hatebreed dan Snapcase.
Saat itu pengerjaan album sudah memasuki tahap tracking sessions untuk drum. Pada sesi terakhir, seluruh personil termasuk Steve Evetts masuk kedalam studio dan “menyanyi” bersama. “Saat itu sungguh luarbiasa, kami beraksi seperti sedang konser. Kami semua meloncat-loncat dan berteriak-teriak sangat keras” kata Dan Marsala sang vokalis.
Aksi gila ini baru berakhir saat sesi drum telah lengkap dan diakhiri dengan kejadian yang membuat semua yang ada di studio kaget dan berteriak histeris. Pada take terakhir untuk lagu penutup, Josh Wills sang drummer tiba-tiba menusuk drum miliknya dengan stickdrum, kemudian membanting seluruh set drum tersebut. “Kami sedang on fire saat itu” kata Adam Russels sang bassist.

Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, akhirnya Story Of The Year meluncurkan album kedua mereka “In The Wake Of Determination” pada 11 Oktober 2005. Dengan mengandalkan single pertama “We Don’t Care Anymore” album itu hanya terjual 150 ribu keeping sampai 5 Maret 2006 sehingga gagal mendapatkan penghargaan emas dari situs RIAA. Namun mereka mampu memperoleh penghargaan emas dari RIAA berkat CD/DVD Live in Lou/Bassasins yang terjual lebih dari 50 ribu keping. Dan pada Mei 2006 Story Of The Year sukses menggelar tur keliling Australia dengan dukungan band Emery dan Flogging Molly. Dengan album keduanya, Story Of The Year mendedikasikan kesuksesan yang diraih mereka pada beberapa tahun sebelumnya. Perjuangan dan kerja keras mereka menaklukan dunia musik tertuang dalam lagu “Five Against The Words”. “Kami akan selalu ingat apa yang telah kami lakukan selama ini. Kita sangat senang kemana pun kita pergi. Kita tak pernah mengira akan jadi seperti ini sebelumnya. Ini sungguh pengalaman yang luar biasa” kata Dan Marsala sang vokalis. Salah satu lagu yang paling keras pada album kedua ini adalah “Jarhead”. Tempo yang cepat dan sentuhan nuansa hardcore memenuhi lagu ini sehingga seolah-olah lagu ini memang diciptakan untuk membuat keributan. Di tahun 2007 ini, Story Of The Year kembali masuk studio untuk menggarap album ketiga mereka. Diperkirakan album tersebut selesai dan dirilis pada musim panas pertengahan tahun ini. Belum ada kepastian siapa produser yang akan bekerjasama dalam penggarapan album tersebut. Namun saat ini mereka sedang mempersiapkan beberapa materi termasuk untuk DVD seperti sebelumnya. Kita tunggu saja karya yang dihasilkan dari band yang menjadi referensi musik remaja sekarang ini. Di Indonesia, gaung Story Of The Year sudah menyebar sejak album pertama mereka. Maka tak heran jika musik bahkan penampilan mereka baik di panggung maupun diluar panggung sudah menjadi inspirasi band-band anak muda saat ini. Ya, Story Of The Year memang bukan story (cerita) kemarin sore. Bahkan bisa dikatakan mereka bukan hanya story of the year (cerita tahun ini) tapi merupakan story of a lifetime (cerita abadi selamanya).

Sumber : Ladino
READ MORE - Biografi Story Of The Year

Edan, Interupsi Pernikahan demi Update Status di Facebook


Pengantin pria ini menamai dirinya "teknologi sentris". Ia menginterupsi pemberkatan pernikahannya sendiri hanya untuk mengubah status di Facebook dan mengumumkan peristiwa itu via Twitter.

Dana Hanna, seorang pengembang software, menarik perhatian umat yang hadir pada seremoni pemberkatan pernikahannya ketika dia tiba-tiba mengambil jeda setelah mendeklarasikan janji perkawinannya untuk kemudian mengubah statusnya di situs jejaring sosial. Umat tertegun melihat Dana menulis untuk dunia maya.

"Sedang berdiri di depan altar dengan @Tracy Page yang beberapa detik yang lalu, dia telah menjadi istri saya. Sudah waktunya pergi, untuk mencium mempelai wanita."

Masih dalam seremoni pernikahan itu, Hanna juga memperbarui status hubungannya di Facebook menjadi "telah menikah".

Dia telah meminta kepada pendeta yang memimpin acara pemberkatan untuk memberinya kesempatan untuk mengumumkan berita pernikahannya ke dunia maya selama acara berlangsung.

Dagelan ini dirancang tanpa diketahui mempelai wanita meskipun sejumlah umat yang hadir terdengar tertawa, sebagaimana terlihat dalam video yang merekam seremoni itu. Video tersebut dimasukkan ke YouTube, dan banyak dilihat orang.

Dalam e-mail komentarnya, Hanna yang berasal dari Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa dia dan istrinya itu sangat "teknologi sentris" dan menggunakan Facebook dan Twitter untuk berkomunikasi dengan keluarga besar mereka di seluruh Amerika Serikat.

"Faktanya, ketika kami bertunangan, kami mengubah status Facebook kami dan bahkan tidak menelepon siapa pun. Namun, kabar (di Facebook) itu menyebar lebih cepat daripada melalui telepon," tulisnya.

"Setelah melakukan hal itu, kami banyak ditertawai, dan beberapa kritikan dari keluarga yang merasa dilecehkan karena kami tidak menelepon mereka. Itu menjadi semacam lelucon di antara kami semua," tambahnya sebagaimana dikutip Dailymail, Sabtu (5/12)
READ MORE - Edan, Interupsi Pernikahan demi Update Status di Facebook

Killing Me Inside Isi Soundtrack FIlm Air Terjun Pengantin




Baru-baru ini Maxima Pictures merilis trailer film terbaru mereka 'Air Terjun Pengantin'. Di trailer itu tampak aktris pendukung film garapan Rizal Mantovani tersebut beraksi dengan bikini yang cukup seksi.

Dengan setting pantai, sang bintang utama Tamara Bleszynski terlihat mengenakan bikini berwarna hitam. Sementara lawan mainnya, Tyas Mirasih nggak ketinggalan eksis dengan bikini berwarna putih. Begitu pun dengan Navy Rizky Tavania.

Namun 'Air Terjun Pengantin' tidak menyuguhkan parade aktris berbikini sebagai sajian utamanya. Rizal Mantovani lebih mengedepankan adegan-adegan sadis yang menegangkan.

Sebelumnya, sutradara 'Kuldesak' itu sempat mengaku film garapannya terinspirasi dari film Hollywood. "Genrenya thriller kayak 'Halloween'. Jadi bakal ada pembunuh yang psycho," ujarnya beberapa waktu lalu.

'Air Terjun Pengantin' menampilkan kisah Tiara (Tamara Bleszynski) yang mengajak beberapa keponakannya untuk berlibur ke sebuah pulau. Bukannya mendapat kesenangan, mereka malah diteror oleh seorang pembunuh kejam.

Gimana? Jadi penasaran kan? Anda perlu sedikit bersabar karena 'Air Terjun Pengantin' baru diputar 3 Desember mendatang.

Dan rupanya Killing Me Inside juga turut berperan dalam film ini, karena single barunya yang berjudul Tanpa Dirimu menjadi soundtrack film layar lebar air terjun pengantin ini.

Tanggal 11 november kemarin katanya Onad dkk sudah melakukan shooting video clip di gedung kesenian jakarta dan video clip yang juga di sutradarai oleh rizal mantovani.

Ini dia video clipnya silakan disimak kawan !

READ MORE - Killing Me Inside Isi Soundtrack FIlm Air Terjun Pengantin

Tanpa Dirimu Chord (Killing Me Inside) & Lyric !


[intro] Bm G D 2x
G

Bm G
Aku memang bukan yg terbaik untukmu
Bm G
Dan aku memang bukan yang terindah bagimu

Bm
Mungkin semuanya tidak seperti dulu
G Bm
Saat kita bisa berbagi bersama
G
Aku takkan rela bila kau tak ada
A
Disiku

[chorus]
Bm G A D A/C#
Kuberlari dan terjatuh di sini
Bm G A D A/C#
Kumencari dan tak ada dirimu
Bm G A
Aku sendiri dan aku berdiri
Hanya untuk bersamamu
Bm G A
Aku disini selalu menanti
Saat nanti kau akan kembali

Bm
Mungkin seandainya kau hadir disini
G
Saat aku lelah dan tak tau arah
Bm g
Aku takkan rela Bila kau tak ada
A
di sisiku


[chorus]
Bm G A D A/C#
Kuberlari dan terjatuh di sini
Bm G A D A/C#
Kumencari dan tak ada dirimu
Bm G A
Aku sendiri dan aku berdiri
Hanya untuk bersamamu
Bm G A
Aku disini selalu menanti
G A
Saat nanti kau akan kembali

[intro] D Bm G D

D Bm G
Aku memang bukan yg terbaik
G A
aaahh aahh

[interlude] Bm G D A 2x

[chorus]
Bm G A D A/C#
Kuberlari dan terjatuh di sini
Bm G A D A/C#
Kumencari dan tak ada dirimu
Bm G A
Aku sendiri dan aku berdiri
Hanya untuk bersamamu
Bm G A
Aku disini selalu menanti
G
Saat nanti kau akan kembali

[outro] D
READ MORE - Tanpa Dirimu Chord (Killing Me Inside) & Lyric !

Article Subscriber

FeedSubscribe articles via RSS FEED !
feed InfoWhat is RSS FEED ?

Or, you can subscribe articles via email :